Membentuk Karakter SPECIAL di SD Kristen 3 YSKI

Jarum jam menunjukkan pukul tujuh kurang seperempat jam. Memasuki halaman depan SD Kristen 3 YSKI tampak sepi. Kata karyawan kebersihan yang sedang mengelap pintu kaca, anak-anak sedang mendengarkan renungan pagi yang disampaikan oleh salah satu guru. Dari celah korden di ruang kepala sekolah, tampak seorang guru berbicara di depan mikrofon, menyampaikan renungan pagi yang dilanjutkan dengan doa. Di kelas, anak-anak dengan seksama menyimak kalimat demi kalimat sang guru melalui speaker yang terpasang di setiap kelas. Sesaat memang sangat sunyi. Namun seketika suasana sepi pecah dengan ucapan bersemangat serentak,” Selamat pagi, Bu!”. Anak-anak memberikan salam kepada guru yang ada di kelas masing-masing. Aktivitas pembelajaran hari itu dimulai.

Aktivitas pembelajaran di SD Kristen 3 YSKI tidak semata-mata untuk membekali siswa dengan ilmu pengetahuan yang berguna untuk kehidupan mereka dan saat mereka melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Ada hal yang sangat penting untuk diberikan kepada siswa-siswi, yaitu pendidikan karakter. Sekarang pendidikan karakter mulai mendapatkan perhatian lembaga-lembaga pendidikan. Jika di tengah masyarakat umum nilai kejujuran, kemanusiaan, solidaritas dan keutamaan hidup lainnya mulai luntur, maka sekolah menjadi wahana belajar akan sistem nilai bagi semua anggota komunitas di dalamnya. Lembaga sekolah terbukti sejak lama berperan memberikan sumbangan pembangunan peradaban manusia dengan kehidupam sosial, politik, ekonomi dan budaya. Sekolah menjadi lembaga pembudayaan karakter. Maka sekolah-sekolah yang sekian lama mengabaikan pendidikan karakter, kembali menyadari kepentingannya. Selain itu muncul pula kesadaran bahwa karakter baik, sedikitnya dalam hal kemampuan verbal, interpersonal dan antar personal akan membuat seseorang berhasil hidupnya. Pendidikan karakter mampu meningkatkan motivasi berprestasi anak-murid. Penelitian juga menunjukkan bahwa karakter percaya diri, kemampuan bekerja sama, kemampuan bergaul, kemampuan berkonsentrasi, rasa empati dan kemampuan berkomunikasi berpengaruh 80% pada keberhasilan seseorang di masyarakat atau lebih besar di banding dengan kecerdasan otak yang hanya menyumbang 20% untuk keberhasilan seseorang. Mengutip perkataan Mahatma Gandhi, salah satu tujuh dosa fatal adalah pendidikan tanpa karakter. Theodore Roosevelt berkata bahwa mendidik seseorang pada aspek otak dan bukan aspek moral adalah ancaman mara bahaya pada masyarakat.

Gedung SD Kristen 3 YSKI terdiri dari bangunan tiga lantai berbentuk segi empat, di bagian tengah lantai bawah terdapat lapangan olahraga. Pada satu sisi gedung di lantai dua, terpasang spanduk besar bertuliskan SPECIAL. SPECIAL merupakan singkatan dari spiritual, passionate, enthusiastic, caring, integrity, adaptive dan leader. Ketujuh hal itu merupakan nilai yang hendak diinternalisasikan pada seluruh anggota keluarga besar SD Kristen 3 YSKI, dalam hal ini siswa, guru dan karyawan. Karakter seseorang terbentuk melalui internalisasi nilai. Setiap nilai itu dijabarkan menjadi beberapa indikator, yang dijadikan patokan perilaku positif yang diharapkan muncul dan untuk merancang kegiatan dalam rangka pencapaian indikator. Misalnya salah satu indikator nilai spiritual adalah rajin berdoa setiap hari, passionate berindikator memiliki keinginan kuat dalam mencapai target, enthusiastic berindikator tidak mudah putus asa, caring berindikator bertindak menolong orang lain, integrity berindikator jujur, adaptive berindikator mampu bekerja sama dalam kelompok, dan leader memiliki salah satu indikator menjadi teladan bagi orang lain.

Nilai SPECIAL ini digagas sekitar lima tahun lalu, melalui diskusi beberapa tahap. Dimulai rapat kerja pimpinan, yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, manajer dan staf serta pengurus Yayasan Sekolah Kristen Indonesia atau YSKI. YSKI merupakan sebuah lembaga pendidikan di Semarang yang berpengalaman lebih dari 60 tahun di dunia pendidikan. Yayasan ini memiliki tiga unit Kelompok Bermain dan TK, 3 unit sekolah dasar, satu sekolah menengah pertama dan satu sekolah menengah atas. Tahap berikutnya didiskusikan oleh tim khusus yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan staf manajer yayasan. Diskusi terakhir berupa penjabaran indikator-indikator dan strategi pencapaiannya.

Dalam rangka pembentukan karakter civitas akademika SD Kristen 3 YSKI, dilakukan kegiatan yang bersifat rutin dan insidental terprogram. Kegiatan rutin diawali sejak siswa, guru dan karyawan masuk area sekolah. Renungan dan doa pagi dilakukan oleh guru dan karyawan di ruang guru. Setelah itu giliran para murid didampingi wali kelas masing- masing melakukan hal yang sama. Melalui kegiatan pembelajaran, baik di dalam maupun luar kelas, proses pembentukan karakter tetap dijalankan. Hal itu direncanakan betul oleh para guru, tampak pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat guru. Ada hal istimewa dalam rangka internalisasi nilai leader. Siswa-siswi SD Kristen 3 YSKI terbiasa mengikuti kegiatan belajar dengan diskusi, yang diakhiri dengan presentasi. Aktivitas ini sangat mendukung kemampuan kepemimpinan. Selain itu, ada satu aktivitas yang sekaligus diharapkan menginternalisasi dua nilai yaitu spiritual dan caring. Aktivitas tersebut adalah berdoa syafaat. Secara sederhana, doa syafaat artinya berdoa bagi orang lain. Dengan demikian doa syafaat yang dilakukan siswa dengan bimbingan guru sebagai aktivitas rutin setelah istirahat pertama usai, pukul sembilan, bentuk ungkapan iman dan kepedulian kepada teman-teman di kelas atau bahkan terhadap orang tua siswa di rumah atau terhadap sekolah di mana mereka belajar. Selain aktivitas pembelajaran, program ekstra kurikuler juga menjadi media yang baik untuk terbentuknya karakter SPECIAL. Ekskul akademik misalnya Klub Sain dan Klub Bahasa Inggris. Ekskul non akademik misalnya paduan suara, badminton, sepatu roda dan renang.

Sedangkan kegiatan insidental yang dilakukan misalnya : outbond, kemah PRAMUKA dan retreat. Kegiatan tersebut dilakukan dengan tema yang mengacu pada nilai-nilai SPECIAL. Misalnya, outbond dengan tema kepemimpinan atau kerja sama, kemah PRAMUKA dengan tema kepedulian, dan retreat dengan tema generasi peka jaman sebagai upaya pencapaian nilai adaptive. Kegiatan lain yang sesuai dengan kalender juga dilakukan dengan memperhatikan nilai-nilai SPECIAL. Misalnya pada bulan Agustus dalam rangka HUT RI; bulan Oktober, dalam rangka bulan bahasa; bulan November dalam rangka hari Pahlawan; Desember, dalam rangka perayaan Natal: April dalam rangka hari Kartini; Mei dalam rangka HUT Kota Semarang, Hardiknas dan Harkitnas dan seterusnya.

Lina, salah satu guru melihat pentingnya penanaman karakter yang perlu dilakukan sejak dini. Dia yakin, kekawatiran orang tua dan guru akan hal-hal buruk seperti narkoba, korupsi, perilaku menyimpang dan lain-lain akan diminimalkan karena nilai-nilai karakter sudah terbentuk. “ Perlu ditingkatkan kerja sama antara orang tua dan pihak sekolah dalam hal membiasakan diri dalam hal-hal baik. Apa yang diajarkan di sekolah seyogyanya dilakukan atau dilanjutkan di rumah, biar anak ndak bingung” ujarnya.

Benar yang dikatakan Lina. Beberapa ahli mengatakan bahwa dalam membentuk karakter, diperlukan setidaknya empat unsur. Unsur itu adalah, pemberitahuan tentang hal yang baik-buruk dan benar-salah, ganjaran dan hukuman, keteladanan dan konsistensi. Anak memang harus diberi tahu, apa saja yang boleh dan tidak. Apa yang sesuai aturan dan tidak. Hukuman dan ganjaran diberikan kepada anak untuk menegaskan, perbuatan itu salah perbuatan ini benar. Aturan, ganjaran dan hukuman harus konsisten dalam penerapannya agar anak tidak bingung terhadap perilaku yang diharapkan pada diri mereka. Bila tidak konsisten, nilai aturan, hukuman dan hadiah menjadi tidak berarti bagi anak.Konsisten berarti pula apa-apa yang diajarkan di sekolah dilanjutkan di rumah dan sebaliknya. Demikian pula guru satu dengan yang lain perlu punya satu pandangan dan sikap. Keteladanan sangat penting dalam proses pembentukan karakter bagi anak-anak. Masa kanak-kanak adalah masa meniru. Jadi peran orang dewasa sangat penting dalam memberikan teladan. Dalam hal ini, orang tua murid, guru dan juga masyarakat pada umumnya.

“Dahulu, anak saya rada takut-takut. Sekarang sudah berani berbicara di depan umum, di hadapan guru dan teman-temannya. Sekarang ia menjadi pengurus OSIS SMP. Beruntung SD Kristen 3 YSKI dan YSKI memberikan wahana untuk anak saya berkembang karakter kepemimpinannya melalui program pendidikan karakter melalui nilai SPECIAL,”kata Bu Atik, salah seorang tua murid memberikan kesaksiannya.

Program ini bukannya sudah sempurna, masih banyak yang harus dikembangkan dan ditingkatkan. Mekanisme monitoring dan evaluasi konsisten dilakukan, baik oleh manajerial YSKI maupun kepala sekolah serta para guru, tetapi juga oleh masyarakat, khususnya para orang tua siswa. Meski perlu disempurnakan, tetapi upaya ini tampaknya memberikan sumbangsih yang sangat berarti bagi pembentukan karakter generasi muda di negeri ini.

 

 

 

 

“POJOK KEPO” SULAP NO WAY JADI OKAY

“POJOK KEPO” SULAP NO WAY JADI OKAY

Oleh : Lisa Setyawati B.

PG-TK Kristen 03 YSKI Semarang

 

Bagi kebanyakan siswa, membaca tak kalah membosankannya jika dibandingdengan menunggu antrean dokter atau menunggu makanan yang dipesan di warung makan yang penuh pengunjung. Membaca dirasakan sebagai suatu beban kewajiban untuk mempelajari materi ulangan ataupun mengerjakan tugas sekolah. Siswa tidak merasakan asyik dan serunya membaca. Begitu ada perintah membaca maka ingatannya akan langsung mengarah ke ulangan dan tugas yang menumpuk. Sungguh membosankan!

Read More …

English Tournament Day “Discover Your World Without Limits”

Dalam rangka Grand Opening Chalk and Talk, program baru dari YSKI yang bertujuan mengembangkan kecakapan berbahasa asing para siswa, Chalk and Talk mengadakan “English Tournament Day”, yang mengundang beberapa sekolah di Semarang untuk turut meramaikan acara ini. Perlombaan yang diadakan antara lain, English Race, Show and Tell, My Project, Speech, dan Poster Designing. Dengan mengangkat tema, “Discover Your World Without Limits”, yang berarti menemukan dunia tanpa batas, CnT percaya bahwa penguasaan akan bahasa asing sekaligus budayanya dipercaya memudahkan seseorang untuk dapat beradaptasi dan bereksplorasi dimanapun ia berada di belahan dunia ini. Untuk itu melalui lomba – lomba yang diadakan dalam English Tournament Day pun bertujuan supaya tiap peserta dapat lebih mengenal dunia melalui bahasa, khususnya bahasa Inggris. Para peserta juga ditantang untuk menceritakan, mengemukakan pendapat, dan menggali potensi berbahasa Inggris mereka melalui lomba – lomba yang ada.

Melalui kesempatan ini pula, Chalk and Talk dengan taglinenya “Good Food, Good Talk”, juga akan memperkenalkan cafe Chalk and Talk sebagai salah satu keunikan yang dimiliki. Dengan mengedepankan menu – menu yang sehat, higienis, dan lezat serta tempat yang cozy, keberadaan cafe ini juga bertujuan agar siswa – siswi Chalk and Talk dapat belajar sambil bersantai di cafe yang masih satu lokasi dengan sekolah.

Guru SMP Kristen YSKI mewakili Olimpiade Guru Nasional 2017

Pada tanggal 25 – 29 September 2017, Ibu Natalia Damayanti akan mengikuti Olimpiade Guru Nasional di Jakarta. Setelah menyisihkan ratusan Guru Matematika Tk. SMP se Kota Semarang dan harus bersaing dengan puluhan Guru Matematika terbaik dari Kota dan Kabupaten di wilayah Jawa Tengah, Ibu Natalia Damayanti terpilih menjadi wakil Jawa Tengah dalam even tersebut. Mohon dukungan doa dari seluruh sivitas akademika Sekolah YSKI, agar Ibu Natalia Damayanti dapat berprestasi di Olimpiade Guru Nasional 2017. Kesuksesan Ibu Natalia Damayanti adalah kesuksesan dan kebanggaan kita semua.

Chalk and Talk

Chalk and Talk – apa itu Chalk and Talk?  Chalk and Talk (CnT) adalah kursus bahasa asing yang asyik, interaktif dan komunikatif. Melalui namanya, kapur dan berbicara/berdiskusi, mengajak siswa untuk tidak hanya belajar melalui tulisan, tapi juga melalui berbicara dan berdiskusi yang merupakan hal penting dalam proses pembelajaran bahasa. Apa yang membuat CnT ini berbeda dengan kursus yang lain? CnT dilengkapi dengan metode pengajaran yang fun, komunikatif, dan memang dikhususkan bagi siapa saja yang ingin fokus pada English Conversation.

Read More …

Pengumuman dan Petunjuk Pelaksanaan Final OMNAS VI EEC 2017

 

 

  • Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para Finalis :
  1. Pengambilan kaos terakhir tanggal 26 April 2017. Panitia tidak melayani pengambilan kaos pada saat acara.
  2. Nametag yang digunakan adalah nametag pada awal babak penyisihan. Jika hilang, dapat mengganti nametag yang baru dan akan dikenakan biaya sebesar Rp. 10.000/ name tag (Dana yang terkumpul akan digunakan untuk pembangunan Menara Sains)
  3. Finalis wajib memakai kaos final Omnas VI saat pelaksanaan
  4. Membawa peralatan pensil 2B dan bolpoin, write board jika dibutuhkan.
  5. Soal sebanyak 55 yaitu 50 pilihan ganda dan 5 soal essay
  6. Saat tes, para orang tua/walimurid tidak diperkenankan untuk menengok anaknya dengan alasan apapun dan jika melanggar maka panitia berhak mendiskualifikasi peserta yang bersangkutan.

 

  • Para finalis akan mendapatkan fasilitas:
  1. Kaos dan goody bag
  2. Sertifikat finalis
  3. Trophy award
  4. Lunch

* Bagi peserta yang mengikuti lebih dari satu mapel fasilitas berupa kaos, goody bag dan lunch hanya mendapatkan 1 kali.

  • Reward Untuk Finalis Jawa Tenggah :
  1. Medali untuk pemenang 1, 2 dan 3
  2. Medali untuk the best ten
  3. Tiket mengikuti final babak nasional di yogyakarta
  4. Piagam pemenang
  • Untuk rangkaian acara tersebut para finalis dikenakan kontibusi sebesar :
  1. Kontribusi untuk mapel pertama       : Rp. 150.000
  2. Kontribusi untuk mapel berikutnya sebesar Rp. 125. 000/ Jika lolos dari satu mapel

JADWAL ACARA FINAL

Olimpiade Matematika, Sains dan Bahasa Inggris EEC 2016/2017

Minggu, 30 April 2017

 

Pukul 08. 45 Finalis Matematika berbaris mendengarkan pengarahan
Pukul 09.00  Finalis Matematika sudah berada diruangan
Pukul 09.05 – 10.30 Finalis Matematika mengerjakan soal
Pukul 10.15 Finalis Sains berbaris mendengarkan pengarahan
Pukul 10.40 – 11.55 Finalis Sains mengerjakan soal di ruangan
Pukul 11.45 Finalis Bahasa inggris Berbaris dan mendengarkan pengarahan
Pukul 12.05 – 13.15 Finalis Bahasa Inggris mengerjakan soal
Pukul 13.15 – 18.00 Istirahat dan acara bebas
Pukul 18.00- selesai Pengumuman

 

 

Pembayaran kontribusi dapat dibayarkan selambat-lambatnya tanggal 31 Maret 2017, setelah tanggal itu panitia menganggap finalis mengundurkan diri. Pembayaran untuk kota Pekalongan dapat dilakukan melalui TU SD YSKI 2 Semarang (Pada Jam Kerja 07.00 – 15.00)

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi call center EEC 081235963841 pada jam kerja Senin – Jumat pukul 08.30 – 16.00 WIB atau WA 081938218592.

Form Pendaftaran Olimpiade Matematika, Sains, Bahasa inggris OMNAS VI dapat di download melalui link berikuthttps://goo.gl/cfTcjl